Oleh M Abdullah Badri

MEI 2016, setahun sebelum NB (singkatan nama) menikah, ia mengalami kejadian aneh. Burung satu-satunya untuk calon istri tiba-tiba mengalami sakit borok. Dan saking seringnya digaruk terus-menerus karena gatal, si burung bernasib naas, mbloyok tak karuan bentuknya.

Sudah lama NB mengalami hal itu. Pria asal Batang yang nyantri ke Gus Muwafiq beberapa tahun silam itu tidak mengetahui muasal nasib burung kesayangan pemberian Allah Swt. kepada tiap laki-laki tersebut hingga memborok. Pertama kali yang mencurigai si burung justru Gus Muwafiq.

Ceritanya dimulai dari sebuah acara pengajian di Batang, yang rumah NB lumayan dekat dengan lokasi acara. Usai ceramah, Gus Muwafiq tiba-tiba saja ingin datang ke rumah NB. Saat itulah Gus Muwafiq melihat keanehan dalam diri NB, yang murung dan tidak semangat seperti burung loyo.

“Coba lihat burungmu, sarungmu buka, biar jelas kulihat,” kata Gus Muwafiq kepada NB di hadapan banyak orang.

Tanpa pikir panjang, ia menanggalkan rasa malu karena diperintah guru. Gus Muwafiq kemudian meminta supaya disiapkan ulekan kunir (racikan kunir yang sudah ditumbuk lembut), agar dioleskan ke burung yang bernasib naas tersebut.

Betul saja. Dalam waktu singkat, si burung sembuh, sehat wal afiyah dan bebas beraktivitas seperti biasanya.

Hingga kini, NB sudah hidup bahagia bersama istrinya di Batang. Dan dikaruniai anak. Santet itu sih, katanya, dikirim dari seorang lelaki yang juga sempat naksir calon istri NB tapi tidak berhasil.

Selamat ya burung. Semoga sehat selalu, aman dan sentosa. [badriologi.com]

Keterangan:
Kisah ini dituturkan oleh murid Gus Muwafiq, Muhammad tathmainnul Qulub, kepada penulis, Kamis dini hari, 4 Juli 2019, di Jogja.

 

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here